Apa yang dimaksud dengan Objek
Objek merupakan suatu
kombinasi dari kode dan data yang dapat diperlakukan sebagai satu
kesatuan. Suatu Objek dapat merupakan bagian dari aplikasi seperti suatu
kontrol atau suatu form. Secara keseluruhan dari aplikasi dapat juga
berupa suatu objek.
Dari mana datangnya Objek
Setiap objek pada Visual Basic didefinisikan oleh suatu
class. Untuk memahami hubungan antara objek dengan class-nya, perhatikan
contoh berikut :
-
Kontrol-kontrol yang barada pada jendela
Toolbox pada Visual Basic merupakan class-class. Objek tersebut dikenal
sebagai kontrol tidak akan ada sampai anda menanamkannya pada suatu
form. Ketika anda menanamkan suatu kontrol, anda telah membuat suatu
duplikasi atau instance dari class kontrol tersebut.
-
Form dimana anda bekerja pada saat desain
adalah suatu class. Pada saat run time, Visual Basic menciptakan suatu
instance dari class form.
Gambar 2-1, kontrol Text1 yang ditanam diatas form berasal dari class Textbox
Misalnya
anda menamkan sebuah textbox diatas form1, coba perhatikan jendela
properti kontrol tersebut akan menampilkan Text1 (nama dari kontrol
textbox tersebut) dan Textbox (nama dari class kontrol tersebut).

Gambar 2-2, jendela property menunjukkan nama kontrol dan jenis Class-nya
Semua objek merupakan duplikasi dari class mereka. Sesaat setelah
menjadi objek berdiri sendiri, masing-masing dapat memiliki properti
yang berbeda-beda.
Misalnya anda menanam tiga buah command button pada suatu form,
masing-masing command button merupakan instance dari class CommandButton
sehingga memiliki sejumlah karakteristik dan kemampuan
(properti-properti, metode-metode, dan event-event) yang sama, dimana
yang terdefinisi pada class-nya. Tetapi, masing-masing dapat memiliki
Name, Caption, BackColor, Style yang berbeda sesuai dengan pengaturan
pada masing-masing properti.

Gambar 2-3, masing-masing kontrol dapat memiliki properti masing-masing
Bekerja dengan objek
Objek-objek Visual Basic memiliki properti-properti,
metode-metode, dan event-event. Pada Visual Basic, suatu data dari objek
(setting dan atribut) disebut sebagai properti, sedangkan berbagai
subrutin yang dapat beroperasi pada objek tersebut disebut sebagai
metodenya. Dan suatu event adalah aksi yang dikenali oleh suatu objek,
seperti klik pada mouse atau penekanan tombol, sehingga anda dapat
menulis kode untuk menangani event tersebut.
Mengatur Nilai properti
Anda dapat langsung mengatur nilai properti suatu kontrol pada
jendela properti, maupun pada saat runtime dengan menggunakan bentuk
penulisan berikut :
Objek.properti = ekspresiContoh :

Gambar 2-4, pengaturan properti dapat dilakukan melalui jendela properti pada waktu desain
atau
Private Sub Form_Load() MyForm.Caption = "Pemakai Telepon" End Sub
Mengambil nilai dari Properti
Anda dapat mengambil nilai dari properti suatu objek dengan penulisan sebagai berikut :
Variabel = Objek.properti
Contoh :
Private Sub cmdProses_Click() Nama = txtNama.Text End Sub
Menggunakan Metode dalam Kode
Ketika anda mengunakan suatu metode dalam kode anda, hal tersebut
tergantung kepada bagaimana kaitan perintah dan berapa argumen yang
diperlukan, dan apakah metode tersebut mengembalikan suatu nilai. Ketika
suatu metode tidak membutuhkan argumen anda dapat menulisnya sebagai
berikut ::
Objek.Metode
Contoh :
Private Sub cmdBuka_Click() frmPemakai.show End Sub
Beberapa properti yang umum
Berikut ini akan dibahas beberapa properti yang umum yang hampir terdapat pada semua intrinsic kontrol pada Visual Basic.
Properti Left, Top, Width dan Height
Semua objek yang visible memiliki properti yang menentukan letak dan
ukurannya. Nilai properti Left dan Top sifatnya relatif terhadap
kontainernya (misalnya suatu textbox yang ditanamkan diatas form, maka
form tersebut disebut sebagai kontainer bagi textbox tersebut),
sedangkan Width dan Height menentukan ukuran dari objek tersebut.

Gambar 2-5, Form1 merupakan kontainer bagi Text1
Nb. Pada defaultnya nilai properti ini dinyatakan dalam twips ( 1 inch = 1440 twips; 1 cm = 576 twips)
Perhatian : Properti Width dan Height pada control Combobox sifatnya readonly.
Properti Forecolor dan BackColor
Umumnya objek yang visible memiliki properti Forecolor dan Backcolor,
yang mempengaruhi warna tulisan dan warna latarbelakang, tetapi
beberapa diantaranya tidak ada (misalnya control scroll-bars), pada
command button tidak terdapat properti Forecolor, dan Backcolornya hanya
berfungsi jika anda menganti properti style menjadi 1 – Graphical.

Gambar 2-6, form dengan pemakaian backcolor dan forecolor
Nb. Setting properti Backcolor menjadi tidak berfungsi jika anda menset properti BackStyle menjadi 0 – transparent.
Gambar 2-7, pengaturan Backcolor dan ForeColor melalui jendela properti
Ketika anda menentukan nilai untuk properti ini, anda dapat
menggunakan suatu warna standard, atau warna custom (saya menyarankan
anda untuk menggunakan warna standard untuk menjaga nilai rasa pemakai
integrasi dengan sistem operasi)
Properti Font
Pada waktu desain, anda dapat menentukan properti Font dengan dialog
box, tetapi pada saat runtime, hal tersebut harus dilakukan dengan
properti
Name,
Size,
Bold,
Italic,
Underline, and
Strikethrough, karena sebenarnya Font adalah suatu objek campuran.
Contoh :
Text1.Font.Name = "Tahoma" Text1.Font.Size = 12 Text1.Font.Bold = True Text1.Font.Underline = True
Properti Caption dan Text
Caption adalah tulisan yang tampil dalam suatu control (atau title
pada objek form) yang mana pemakai tidak dapat melakukan modifikasi
langsung (control Label, CommandButton, Checkbox, Optionbutton, Data,
dan Frame), sebaliknya Text adalah tulisan yang dapat dimodifikasi oleh
pemakai (control Textbox, Listbox dan Combobox).

Gambar 2-8, pengaturan Font melalui dialog box Font dari jendela properti
Nb. Pada properti Caption, kita dapat menggunakan tanda &
(ampersand) untuk menyatakan hotkey bagi control tersebut. Properti Text
dapat diabaikan, karena merupakan properti default bagi suatu control.
Contoh :
' Kedua perintah ini adalah sama
Text2.Text = Text1.Text Text2 = Text1 'tanpa properti text
Properti Enabled dan Visible
Pada defaultnya semua control dan form adalah Enabled dan Visible.
Anda dapat menyembunyikan suatu kontrol dengan menggunakan properti
Visible = False. Kontrol yang properti Enabled = False tidak dapat
diakses oleh pemakai, tetapi dapat diakses secara kode.
Programmer dapat juga menggunakan properti Locked = True untuk membuat suatu kontrol read only.
Properti TabStop dan TabIndex
Suatu kontrol yang dapat menerima fokus input memiliki properti
TabStop. Kontrol yang memiliki properti TabStop juga memiliki properti
TabIndex. Properti TabStop menentukan apakah suatu kontrol dapat
menerima fokus pada penekanan tombol Tab oleh pemakai, defaultnya adalah
true, sedangkan properti TabIndex menentukan urutan fokus pada saat
pemakai menekan Tab.
Properti MousePointer dan MouseIcon
Properti ini akan menentukan bentuk kursor mouse ketika berada diatas
kontrol tersebut. Windows memperbolehkan kita mengatur tampilan mouse
untuk setiap form dan kontrol dengan mengikuti aturan berikut :
- Jika properti Screen.MousePointer di set ke nilai yang
bukan 0-vbDefault, kursor mouse akan mengikuti nilai ini, tetapi ketika
mouse berada diatas aplikasi lain (atau pada desktop), tampilan kursor
akan bergantung kepada kondisi aplikasi bersangkutan, bukan pada
aplikasi anda.
- Jika Screen.MousePointer adalah 0 dan kursor mouse berada diatas suatu kontrol, Visual Basic akan memeriksa nilai properti MousePointer kontrol tersebut; jika nilainya bukan 0-vbDefault, kursor mouse akan di set ke nilai tersebut.
- Jika Screen.MousePointer adalah 0 dan mouse berada diatas
permukaan suatu form atau berada diatas kontrol yang properti
MousePointer adalah 0, Visual Basic akan menggunakan nilai yang
tersimpan pada properti Mousepointer pada form.
Properti MouseIcon dapat digunakan untuk menampilkan bentuk pointer
mouse sesuai dengan keinginan pemakai, tetapi sebelumnya properti
MouseIcon harus di set ke 99-vbCustom, dan kemudian set suatu icon pada
properti MouseIcon.
Gambar 2-9, pengaturan Mouse Pointer dan Mouse Pointer melalui jendela properti
Properti Tag
Semua kontrol mendukung properti Tag, tanpa kecuali, karena properti
ini disediakan oleh Visual Basic, bukan oleh kontrol. Properti Tag
digunakan sebagai kontainer untuk bagi data dari kontrol yang anda ingin
simpan (misalnya anda dapat mengunakannya untuk menyimpan nilai awal
dari textbox, sehingga pemakai dapat melakukan Undo dengan mengembalikan
nilai awal tersebut dari properti Tag).
Beberapa Metode-metode umum
Berikut ini akan dibahas beberapa metode yang umum yang hampir terdapat pada semua intrinsic kontrol pada Visual Basic.
Metode Move
Jika suatu kontrol mendukung properti
Left,
Top,
Width, dan
Height, juga mendukung metode
Move,
dengannya dimana anda dapat mengubah beberapa atau semua properti dalam
satu operasi tunggal. Contoh berikut mengubah tiga properti:
Left,
Top, dan
Width.
Contoh :
'Mendoublekan lebar form, dan memindahkan ke sudut kiri atas layar 'Syntaxnya adalah: Move Left, Top, Width, Height. Form1.Move 0, 0, Form1.Width * 2
Metode Refresh
Metode refresh menyebabkan suatu form akan digambar ulang. Pada
dasarnya Visual Basic otomatis memanggil metode ini setiap ada
kesempatan, tetapi anda dapat menggunakannya untuk mengupdate tampilan
seketika.
Contoh :
For n = 1000 To 1 Step -1 Label1.Caption = CStr(i) Label1.Refresh ' Mengupdate label seketika. Next
Metode SetFocus
Metode ini memindahkan fokus input ke kontrol tertentu. Sesuatu
masalah yang sering terjadi adalah metode ini akan menyebabkan error
ketika diterapkan pada kontrol yang sedang di Disable atau dalam keadaan
Invisible. Untuk menhindari hal ini, metode SetFocus jangan digunakan
pada bagian Form Load.
Contoh :
Private Sub cmdAdd_Click() Aksi = flAdd Call Buka Call Kosong txtCCode.SetFocus 'Memindahkan fokus ke kontrol txtCCode End Sub
Metode ZOrder
Metode
ZOrder memberikan efek tampilan kontrol yang saling
menimpa. Anda menggunakan metode ini untuk memindahkan kontrol keatas
kontrol yang lain. Gunakan argumen satu untuk sebaliknya.
Contoh :
Label1.ZOrder 'Memindahkan ke atas Label1.ZOrder 1 'Memindahkan ke bawah
Pada saat design, anda dapat menggunakan Ctrl+J untuk memindahkan
kontrol ke depan, dan Ctrl+K untuk memindahkan form ke belakang.

Gambar 2-10, contoh pemakaian metode ZOrder
Beberapa Event yang umum
Berikut ini akan dibahas beberapa metode yang umum yang hampir terdapat pada semua intrinsic kontrol pada Visual Basic.
Event Click dan DblClick
Event click terjadi ketika pemakai melakukan klik pada tombol kiri
mouse. demikian juga Event DblClick terjadi karena pemakai melakukan
klik dua kali.
Private Sub cmdUpdate_Click() JlhRec = JlhRec + 1 DatPemakai.CCode = txtCCode.Text DatPemakai.Nama = txtNama.Text DatPemakai.Ekstension = txtEkstension.Text DatPemakai.Local = optLocal.Value DatPemakai.SLJJ = optSLJJ.Value DatPemakai.SLI = optSLI.Value Put #1, JlhRec, DatPemakai Posisi = JlhRec End Sub
Pada kontrol-kontrol seperti Checkbox dan OptionButton, event Click
juga dibangkitkan kalau terjadi perubahan nilai properti Value secara
koding.
ListBox dan Combobox juga melakukan hal yang sama kalau properti ListIndex-nya berubah.
Adalah penting untuk menghindari pemakaian Event Click dan DblClick
pada satu kontrol yang sama, karena tidak menjamin Event DblClick
dibangkitkan setelah Event Click terjadi.
Event Change
Event Change dibangkitkan ketika isi dari suatu kontrol berubah.
Tetapi pada CheckBox, dan OptionButton Event Click yang dibangkitkan.
Pada kontrol TextBox dan ComboBox dibangkitkan ketika pemakai
mengetik sesuatu. (Tetapi pada kontrol ComboBox, kontrol membangkitkan
event Click kalau pemakai memilih item dari list dari pada mengetiknya).
Pada kontrol Scroll bar event Change terjadi ketika pemakai melakukan
klik baik pada panah maupun scroll box. Event Change juga terdapat pada
PictureBox, DriveListBox, dan kontrol DirListBox.
Event Change juga dibangkitan oleh isi kontrol yang diubah melalui koding.
Event GotFocus dan LostFocus
GotFocus dibangkitkan ketika kontrol menerima fokus, dan
LostFocus
dibangkitkan ketika fokus meninggalkannya dan beralih ke kontrol lain.
Pada awalnya event ini banyak digunakan untuk mekanisme validasi ketika
kontrol kehilangan fokus. Pada Visual Basic 6 telah diperkenalkan suatu
event
Validate event, yang lebih sesuai untuk masalah yang sama.
Event KeyPress, KeyDown, dan KeyUp
Event-event ini dibangkitkan ketika pemakai menekan tombol pada
keyboard pada kontrol yang memiliki fokus. Urutan eventnya adalah :
KeyDown (ketika pemakai menekan tombol),
KeyPress (Visual Basic menterjemahkan tombol ke numerik ANSI code), dan
KeyUp (ketika pemakai melepas tombol). Hanya tombol yang berkaitan dengan tombol kontrol (Ctrl+
x, BackSpace, Enter, dan Escape) serta karakter yang dapat dicetak membangkitkan event
KeyPress
event. Tombol lainnya–termasuk tombol panah, tombol fungsi, kombinasi
Alt+x, tidak menyebabkan event ini, hanay membangkitkan event
KeyDown dan
KeyUp.
Event
KeyPress melewatkan ANSI code dari tombol yang ditekan. Anda dapat memanipulasinya untuk keperluan tertentu.
Objek Browser
Anda dapat melihat properti-properti,
metode-metode, dan event-event pada suatu objek dengan menggunakan
fasilitas Objek Browser yang dapat diaktifkan dengan menggunakan menu
View, Object Browser.
Gambar 2-11, jendela objek browser untuk melihat isi suatu objek
Mengenal Form
Form merupakan objek pertama yang anda hadapi begitu membuat suatu
project dan merupakan tempat kita membentuk user interface. Pada form
kita dapat menanamkan berbagai Kontrol seperti label, textbox, combobox,
listbox, optionbutton, dll.

Gambar 2-12, user interface form dengan berbagai kontrol diatasnya
Untuk memudah anda dalam menempatkan kontrol-kontrol pada form,
periksalah option seperti Show Grid dan ukurannya, serta Align Control
to Grid, pengaturan ini dapat dilakukan dengan menu Tools, Option,
kemudian memilih tab General.

Gambar 2-13, jendela option untuk pengaturan form
Untuk memudahkan anda mengatur ukuran, jarak antar kontrol maupun
pemerataan kontrol-kontrol yang anda tempatkan diatas form, anda dapat
menggunakan kelompok menu format

Gambar 2-14, menu format
Struktur kode pada Form
Memahami struktur kode pada jendela kode di suatu form akan sangat
membantu programmer untuk menulis kode yang terstruktur. Adapun struktur
kode pada form dapat dibagi atas tiga bagian yaitu :
- Bagian General Declaration, bagian ini digunakan untuk deklarasi
Option Explicit, Option Base, Type, dan variabel yang dapat digunakan
pada form level (dikenal oleh semua subrutin pada form tersebut) baik
pada tingkat Public maupun Private. Bagian ini biasanya terletak pada
bagian teratas pada jendela koding.

Gambar 2-15, bagian general declaration pada jendela koding form
- Bagian General Procedure, bagian ini merupakan subrutin maupun
fungsi yang dibuat oleh pemakai. Bagian ini ditandai dengan (General),
dan nama subrutin.

Gambar 2-16, bagian general procedure pada jendela koding form
- Bagian Event Procedure, bagian ini merupakan subrutin yang digunakan
untuk menangani kejadian yang diakibatkan oleh aksi pemakai terhadap
kontrol tertentu. Ditandai dengan nama kontrol dan jenis eventnya.

Gambar 2-17, bagian event procedure pada jendela koding form
Beberapa Event, Metoda, dan Perintah pada Form
Supaya anda dapat bekerja baik dengan objek form, anda perlu
mengetahui dan mengerti Event-Event, Metode-Metode serta perintah yang
berhubungan dengan pemakaian form.
Event Initialize
Event ini terjadi pertama kali ketika Form dibuat dari Class-nya dan
hanya sekali selama keberadaan form tersebut, Event ini digunakan untuk
menginisialisasi nilai awal variabel.
Event Terminate
Event ini terjadi ketika objek Form akan dimusnahkan dari memori.
Event Load
Event ini terjadi ketika suatu form di Load. Pada Event procedure ini
anda letakkan statement yang digunakan untuk mengatur setting awal form
anda, misalnya membuka file, menginisialisasi nilai awal variabel, dan
mengatur properti kontrol-kontrol pada form.
Contoh :
Private Sub Form_Load() Open "C:\Pemakai.Dat" For Random As #1 Len=Len(DatPemakai) JlhRec = LOF(1) / Len(DatPemakai) If JlhRec > 0 Then Posisi = 1 Else Posisi = 0 End If Call Tampil End Sub
Event QueryUnload
Event ini terjadi ketika suatu form akan tutup, dan dapat mempelajari
bagaimana pemakai menutup form tersebut dengan mempelajari parameter
UnloadMode.
Contoh :
Private Sub Form_QueryUnload(Cancel As Integer, _ UnloadMode As Integer) Select Case UnloadMode Case vbFormControlMenu ' = 0 ' From diclose oleh pemakai. Case vbFormCode ' = 1 ' Form diclose dengan kode. Case vbAppWindows ' = 2 ' Session windows berakhir. Case vbAppTaskManager ' = 3 ' Task manager mengakhiri program ini. Case vbFormMDIForm ' = 4 ' From ditutup oleh MDI. Case vbFormOwner ' = 5 ' From ditutup oleh Owner. End Select End Sub
Parameter Cancel dapat digunakan untuk menentukan apakah proses
dilanjutkan ke Event UnLoad atau tidak. (0 berarti proses dihentikan, 1
berarti proses dilanjutkan ke Event Unload)
Event UnLoad
Event ini terjadi ketika suatu form di unload dengan menggunakan
command Close pada Control menu atau dengan statement UnLoad. Event ini
terjadi setelah Event QueryUnload. Anda dapat mengetikkan kode-kode
untuk menutup file-file yang terbuka pada Event ini.
Contoh :
Private Sub Form_Unload(Cancel As Integer) Close #1 End Sub
Parameter Cancel dapat digunakan untuk menentukan apakah proses
UnLoad dilakukan atau tidak. (0 berarti proses UnLoad dilakukan, 1
berarti proses Unload dibatalkan)
Contoh :
Private Sub Form_Unload(Cancel As Integer) Dim nPil As Integer nPil = MsgBox("Apakah Anda Yakin", vbYesNo) If nPil = vbYes Then Close #1 Cancel = 0 Else Cancel = 1 End If End Sub
Event Resize
Event ini terjadi ketika form pertama kali ditampilkan atau ukuran dari suatu object berubah.
Contoh :
Private Sub Form_Resize () 'Mengubah ukuran PictureBox menjadi sama dengan ukuran form yang diresize.
Picture1.Move 0,0, ScaleWidth, ScaleHeight
End Sub
Catatan :
ScaleWidth, properti yang mengembalikan nilai ukuran lebar interior dari suatu kontrol
ScaleHeight, properti yang mengembalikan nilai ukuran lebar interior dari suatu kontrol
Event Activate
Event Activate terjadi ketika suatu form menjadi jendela aktif,
ketika user melakukan klik pada form, atau menggunakan metode SHOW atau
SETFOCUS.
Event DeActivate
Event DeActivate terjadi ketika suatu form menjadi jendela yang tidak
aktif, dimana ketika focus bergeser ke form lain. Event ini tidak
terjadi pada saat UNLOAD.
Perintah Load
Melakukan Load Form, tetapi tidak membuatnya menjadi Visibel
Syntax :
Load form
Contoh :
Private Sub cmdLoad_Click() Load Form2 End Sub
Metoda Show
Melakukan Load suatu Form, dan membuatnya menjadi Visible.
Syntax :
object.
Show
Contoh :
Private Sub cmdShow_Click() Form2.Show End Sub
Metoda Hide
Menyembunyikan form, tetapi tidak melakukan unload
Syntax :
object.
Hide
Contoh :
Private Sub cmdHide_Click() Form2.Hide End Sub
Perintah UnLoad
Melakukan UnLoad Form
Syntax :
UnLoad form
Contoh :
Private Sub cmdUnload_Click() Unload Form2 End Sub
Urutan Event pada Form
Secara garis besar Event pada Form adalah sebagai berikut :
Initialize, hanya sekali yaitu ketika form pertama kali dibuat dari Class-nya
Load, Activate
Deactivate
Terminate, hanya sekali yaitu ketika form dimusnahkan dari memori.
Bahasa Visual Basic Aplication
Konvensi penamaan dalam Visual Basic
Ketika anda menulis Code Visual Basic,
anda mendeklarasikan banyak elemen (Sub dan Function procedures,
variables, constants,dan lainnya). Nama dari procedure, variabel, dan
konstanta yang mana anda deklarasi pada Visual Basic harus mengikuti
petunjuk berikut :
-
Harus dimulai dengan suatu Huruf
-
Tidak dapat mengandung titik atau spesial karakter
-
Tidak dapat lebih dari 255 huruf, nama dari control, forms, classes, dan module tidak melebihi 40 karakter.
-
Tidak dapat sama dengan keywords yang tercadang.
Keyword yang tercadang adalah kata yang Visual Basic gunakan sebagai
bagian dari bahasanya. Ini terdiri dari predefined statements (seperti
If dan Loop), function (seperti Len dan Abs), dan operator (seperti Or
dan Mod).
Deklarasi Variabel
-
Deklarasi
variabel pada bagian deklarasi di suatu form, standard, atau class
module, dari pada dalam suatu procedure, membuat variabel itu berlaku
untuk semua procedure dalam module tersebut
-
Deklarasi variabel dengan menggunakan keyword Public membuatnya berlaku pada keseluruhan aplikasi anda.
-
Deklarasi suatu variabel lokal dengan menggunakanan keyword Static akan menyimpan nilainya ketika suatu procedure berakhir.
Deklarasi Implicit
Anda tidak perlu mendeklarasikan suatu variabel sebelum menggunakannya.
Deklarasi Explicit
Untuk mencegah kesalahan mengetik
variabel, dan Visual Basic akan selalu memberikan peringatan jika
menemukan nama yang tidak dideklarasikan terlebih dahulu sebagai suatu
variabel.
Catatan : Pernyataan Option Explicit hanya bekerja
per-module, sehingga harus diletakkan pada bagian deklarasi pada setiap
form, dan class module yang mana anda ingin Visual Basic memaksakan
suatu explicit variabel deklarasi
Mengenal Struktur Kendali
Struktur kendali memungkinkan anda untuk mengatur jalannya program
anda, Jika membiarkan tanpa di periksa oleh statement control-flow,
suatu logika program akan berjalan dari kiri ke kanan dan dari atas
kebawah. Hanya program yang sangat sederhana dapat ditulis tanpa
statement control-flow.
Struktur Keputusan
Struktur keputusan yang didukung oleh Visual Basic adalah sebagai berikut :
If…Then
Gunakan suatu struktur
If…Then untuk menjalankan suatu pernyataan secara kondisional. Anda dapat menggunakan syntax satu baris ataupun syntax banyak baris :
If kondisi Then pernyataan
atau
If kondisi Then
pernyataan-pernyataan
End If Kondisi
biasanya berupa suatu perbandingan, maupun ekspresi yang menghasilkan
nilai numerik. Visual Basic menginterpretasikan False sebagai nol (0),
dan True sebagai bukan nol.
If…Then…Else
Gunakan If…Then…Else untuk mendefinisikan beberapa blok pernyataan
yang akan dijalankan salah satu berdasarkan kondisi yang memenuhi syarat
If kondisi1 Then
[
blok pernyataan-1]
[
ElseIf kondisi2 Then
[
blok pernyataan-2]] …
[
Else
[
blok pernyataan-n]]
End If
Visual Basic awalnya akan
mencoba kondisi1. Jika False, maka Visual Basic akan memeriksa kondisi2,
dan seterusnya sampai menemukan suatu kondisi True untuk dijalankan
blok pernyataannya.
Contoh :
If JlhRec > 0 Then Posisi = 1 Else Posisi = 0 End If
Select Case
Visual Basic menyediakan struktur Select Case sebagai suatu alternatif terhadap
If…Then…Else. Suatu
Select Case statement memiliki kemampuan yang sama dengan
If…Then…Else…, tetapi membuat code lebih mudah dibaca.
Struktur Select Case bekerja dengan suatu percobaan tunggal yang
hanya dievaluasi satu kali pada bagian atas struktur. Visual Basic then
membandingkan hasil ekspresi dengan nilai pada setiap Case didalam
struktur tersebut, jika ada yang sesuai, akan dijalankan blok statement
yang sesuai
Select Case ekspresiyangdicoba
[
Case ekspresi1
[
blokpernyataan-1]]
[
Case ekspresi2
[
blokpernyataan-2]]
…
[
Case Else
[
blokpernyataan-n]]
End Select